• Home
  • /
  • INFORMASI
  • /
  • Mengenal Seputar Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS

Mengenal Seputar Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS

Mengenal Seputar Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS! Tahukah Anda, bahwa dalam sebuah PT atau Perseroan Terbatas terdapat sebuah rapat yang terkenal dengan singkatan RUPS. Nah, sebenarnya apa yang dimaksud dengan RUPS? Kenapa harus ada RUPS dalam sebuah PT atau Perseroan Terbatas? Simak ulasannya berikut ini.

rapat umum pemegang saham

Baca juga artikel lain di : http://informasi.student.ittelkom-pwt.ac.id/

Rapat umum pemegang saham yang dijelaskan dalam Undang-Undang No.40 Tahun 2007 adalah suatu bagian perseroan yang memiliki kewenangan dan tidak diberikan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris dalam batas yang telah ditentukan oleh UU dan anggaran dasar.

Dari pengertian tersebut, Anda dapat menyimpulkan bahwa RUPS atau rapat umum pemegang saham hanya bisa diikuti oleh para pemegang saham. Sementara para Direksi ataupun Dewan Komisaris tidak berhak untuk mengikuti rapat yang telah ditentukan oleh Undang-Undang tersebut.

Sebelumnya, apabila Anda belum mengetahui tentang saham dan lainnya, maka Anda bisa mengunjungi analisafundamental.com agar bisa lebih mengerti tentang seluk beluk saham.

Selain pengertian RUPS menurut Undang-Undang, Rapat Umum Pemegang Saham juga dapat diartikan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Perseroan Terbatas. Selain pemegang kekuasaan tertinggi, mereka juga merupakan seorang pemegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Dewan Komisaris serta para Direksi.

Jadi bisa diartikan bahwa orang-orang yang mengikuti RUPS adalah para pemegang saham yang memiliki kekuasaan paling tertinggi dalam sebuah PT atau Perseroan Terbatas yang ia miliki. Dengan kata lain, merekalah yang memiliki wewenang atas apapun yang terjadi di sebuah perusahaan yang ia miliki.

Selanjutnya, rapat umum pemegang saham atau RUPS ini akan dilakukan hanya di tempat PT atau Perseroan Terbatas. Dalam rapat ini, akan dilakukan kegiatan usaha yang berdasarkan AD atau Anggaran Dasar. Untuk pelaksanaannya, harus masih berada di wilayah Negara Republik Indonesia. Dengan kata lain, RUPS ini hanya bisa dilaksanakan di sebuah PT atau Perseroan Terbatas yang berada di wilayah Negara Indonesia saja.

Selain dilakukan secara langsung, RUPS juga bisa dilakukan melalui video konferensi, media telekonferensi serta media elektronik lainnya. Sehingga para peserta RUPS atau pemegang saham di setiap Perseroan atau PT dapat melihatnya dengan mudah mendengar satu sama lain secara langsung.

Rapat umum pemegang saham yang dilakukan melalui media elektronik ini masih bisa menerima partisipasi para pemegang saham dalam mengemukakan pendapat. Sehingga, rapat yang diadakan secara langsung maupun media elektronik sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan. Hanya perbedaan dalam media yang digunakannya saja.

Namun, pengajuan RUPS melalui media elektronik ini tentunya harus melalui risalah rapat terlebih dahulu. Jika disetujui serta ditandatangani oleh seluruh peserta RUPS, maka rapat umum melalui media elektronik bisa dilaksanakan dengan baik.

Berikutnya dalam masalah penyelenggaraan rapat umum pemegang saham atau RUPS, ada beberapa macam penyelenggaraan salah satunya adalah RUPS tahunan. RUPS tahunan ini merupakan salah satu penyelenggaraan rapat yang wajib diadakan dalam jangka waktu paling lambat 6 bulan, yaitu setelah tahun buku telah berakhir.

Dalam RUPS tahunan, semua peserta atau pemegang saham harus memiliki pengajuan dokumen laporan tahunan perseroan yang mereka miliki. Sementara untuk RUPS lainnya, bisa dilakukan setiap waktu sesuai dengan kebutuhan atau kepentingan Perseroan.

Untuk melakukan rapat umum pemegang saham ini harus dilakukan sesuai permohonan dari satu orang atau lebih pemegang saham yang mewakili sepersepuluh atau lebih dari jumlah seluruh saham. Hal tersebut harus dibuktikan sesuai dengan surat tercatat direksi beserta alasannya, kemudian disampaikan kepada dewan komisaris.

Dalam hal ini, direksi wajib melakukan pemanggilan RUPS dalam waktu paling lambat 15 hari. Hal tersebut terhitung sejak permohonan penyelenggaraan RUPS yang telah diterima. Jika direksi tidak melakukan pemanggilan, maka para pemegang saham tersebut harus kembali mengajukan permohonan penyelenggaraan RUPS kepada dewan komisaris.

Itulah penjelasan singkat mengenai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top