Teknologi Quantum Teleportation

Teknologi Quantum Teleportation – Teleportasi memungkinkan kemampuan untuk mentransfer, mentransfer, mentransfer tujuan menjadi atom dari satu tempat ke tempat lain dan menyusunnya kembali tanpa harus melakukan perjalanan jauh.


Teknologi kuantum teleportasi

Teknologi kuantum teleportasi merupakan proses dimana informasi kuantum dapat dipancarkan dari satu tempat ke tempat lain menggunakan partikel foton dengan bantuan komunikasi klasik dan koleksi kuantum antara tempat pengirim dan penerima. Hal ini tergantung pada komunikasi klasik yang prosesnya tidak dapat lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Dengan kata lain teknologi quantum teleportation yaitu teknologi terbaru yang berhasil diciptakan untuk memindahkan benda dari suatu tempat ke tempat tujuan yang diinginkan dengan menggunakan foton. Sejak roda ditemukan pada lebih dari 5.000 tahun yang lalu, orang telah menemukan cara baru untuk melakukan perjalanan lebih cepat dari satu titik ke titik lain seperti kereta, sepeda, mobil, pesawat dan roket semuanya telah diciptakan untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan sampai ke tujuan yang diinginkan. Akan tetapi masing-masing bentuk transportasi berbagi cacat yang sama karena membutuhkan manusia untuk melintasi jarak fisik, yang dapat berlangsung dari menit ke berjam-jam tergantung pada titik awal dan akhir.

Pada tahun 1993 sebuah ide tentang teleportasi berpindah dari ranah fiksi ilmiah ke dalam dunia nyata. Ketika itu fisikawan Charles Bennett dan tim peneliti di IBM menegaskan bahwa teleportasi kuantum ialah kemungkinan, namun hanya jika objek asli yang dipindahkan dihancurkan.

Pertama kali diumumkan Bennett saat pertemuan tahunan American Physical Society di Maret 1993, diikuti oleh laporan temuannya dalam edisi 1.993 29 Maret Physical Review Letters. Sejak itu, eksperimen menggunakan foton telah membuktikan bahwa teknologi quantum teleportation sebenarnya mungkin.

Pada tahun 1998 ahli fisika di California Institute of Technology (Caltech) dengan tim dari Eropa, mengubah ide IBM menjadi kenyataan dengan sukses menteleportasikan foton, partikel energi dalam cahaya dalam teknologi quantum teleportation.

Eksperimen selanjutnya yaitu tim Caltech berhasil mengatasi prinsip ketidakpastian Heisenberg, rintangan terbesar dalam teleportasi objek yang lebih besar dari foton. Prinsip ini mengatakan bahwa tidak bisa mengetahui lokasi dan kecepatan partikel secara bersama-sama. Namun pasti akan kesulitan bagaimana menteleportasikannya apabila tidak bisa mengetahui posisi suatu partikel. Untuk teleportasi foton tanpa melanggar prinsip Heisenberg, ahli fisika Caltech menggunakan sebuah fenomena yang di sebut entanglement.

Berawal dari teknologi quantum teleportation yang merupakan sebuah teknologi komunikasi yang mengambil prinsip quantum untuk mengirimkan informasi. Sekarang ini digunakan untuk mengirimkan data adalah foton. Media yang dipakainya dapat berupa fiber optic.

Teknologi quantum teleportation tidak dapat digunakan untuk menyalin system, sebab melanggar teori no-cloning. Namun kehebatan alat ini yakni mampu menciptakan replika benda apapun, sampai pada bagian terkecil yang sulit dijangkau. Meskipun namanya terinspirasi dari teleportasi yang biasa dipakai pada cerita fiksi. Akan tetapi teknologi ini tidak menyediakan cara yang sama seperti teleportasi pada cerita fiksi.

Meskipun mungkin untuk memindahkan satu atau lebih qubit yaitu quantum bit informasi antara dua atom, teknologi ini belum dapat mencapai skala molekul maupun yang lebih besar. Seseorang mungkin berpikir bahwa teleportasi sebagai salah satu bentuk transportasi atau semacam komunikasi, teknologi quantum teleportation ini menyediakan cara untuk memindahkan qubit dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa harus memindahkan bentuk fisiknya.

Pada awal bulan Agustus 2004, jarak teleportasi mencapai 600 meter. Pada tahun 2010 silam, beberapa orang peneliti dari University of Science and Technology of China di Shanghai, Cina, berhasil membuat teknologi quantum teleportation yang pada uji cobanya pertama kali mereka telah memindahkan foton dari tempat mereka bekerja ke suatu tempat sejauh 97 kilometer.

Para peneliti menggunakan 1.3 Watt laser dan beberapa optik untuk pelontar sekaligus penerimanya. Dalam percobaannya, para ilmuwan berhasil mengirimkan 1100 photon ke tempat yang jaraknya 97 kilometer hanya dalam waktu 4 jam saja.Pada April 2011, peneliti melaporkan bahwa telah berhasil melakukan teleportasi paket gelombang cahaya sampai bandwidth 10 MHz. Pada Mei 2012 jarak terjauh teknologi quantum teleportation mencapai 143 km (89 mil) dengan foton antara Pulau Canary, La Palma dan Tenerife di lepas pantai Atlantik, utara Afrika; dan 21 m dengan material sistem.

Pada Agustus 2013, teknologi quantum teleportation sudah menggunakan teknologi hybrid. Pada 29 Mei 2014, peneliti mengumumkan cara yang mungkin dilakukan untuk mentransfer data denganquantum teleportation.

Para peneliti di Institut Niels Bohr berhasil menggunakan teknologi quantum teleportation untuk mengirimkan informasi antara atom awan gas.

Meskipun sudah berhasil mengirimkan foton dengan jumlah yang banyak ke tempat jauh, namun para peneliti masih akan terus mengembangkan teknologi quantum teleportation ini agar nantinya bisa dipergunakan untuk memindahkan objek yang mempunyai masa besar, seperti contohnya manusia.

Baca juga : http://informasi.student.ittelkom-pwt.ac.id/2019/04/02/teknologi-gembok-elektronik/

Apabila teknologi quantum teleportation ini berhasil, maka keberadaan kendaraan bermotor akan terpangkas jauh, sebab bisa dipastikan banyak yang akan menggunakan teknologi ini untuk bepergian ke suatu tempat secara cepat tanpa harus terkena kemacetan atau permasalahan jalan raya lainnya.

Itulah pembahasan mengenai teknologi quantum teleportation. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top