• Home
  • /
  • Uncategorized
  • /
  • Negara Jepang Memiliki Tanah Yang Tidak Subur, Namun Setiap Tahun Panen Besar, Teknologi Sains Rahasianya

Negara Jepang Memiliki Tanah Yang Tidak Subur, Namun Setiap Tahun Panen Besar, Teknologi Sains Rahasianya

Negara Jepang Memiliki Tanah Yang Tidak Subur, Namun Setiap Tahun Panen Besar, Teknologi Sains Rahasianya! Jepang merupakan salah satu negara maju yang ada di Asia yang menjadi poros perkembangan teknologi sains dunia. Produk-produk teknologi yang dibuat oleh jepang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Penemuan-penemuan pada berbagai bidang sains menjadikan seolah-olah semua kehidupan ini berevolusi menjadi teknologi.


teknologi sains

Teknologi diciptakan tentunya untuk menjawab permasalahan yang ada pada kehidupan manusia. Salah satu wujud keikutsertaan teknologi sains di Jepang antara lain pada bidang pertanian. Jepang memiliki berbagai cara unik yang dapat menjadikan sistem pengolahan sawah menjadi sistematis dan sangat menguntungkan petani. Jika Anda ingin mengetahui informasi terbaru dan terlengkapnya Anda bisa simak di internet.

Berikut teknologi sains yang diterapkan pada bidang pertanian di Jepang :

Rekayasa genetik pembibitan padi

Kebutuhan pangan manusia di dunia ini sangatlah banyak dan semakin hari semakin meningkat. Apabila tidak ada penelitian tentang teknologi sains dan tidak ada penemuan yang menemukan tentang pengembangan kualitas dan kuantitas pangan, maka tidak menutup kemungkinan permintaan pasar akan tidak seimbang dengan hasil panen yang dihasilkan.

Sehingga di Jepang terdapat banyak sekali percobaan-perobaan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pertanian dengan merekayasa genetika pada tanaman pertanian , salah satunya yaitu padi. Pada tahun 1990, sekelompok ilmuwan Jepang berhasil menemukan Golden Rice , dengan merekayasa kandungan enzim-enzim dan menyatukan berbagai senyawa dan bakteri baik yang terlibat, sehingga berakibat kandungan vitamin A yang ada pada beras menjadi lebih tingi.

Alat penanam padi

Di Indonesia sebenarnya sudah mulai dikembangkan teknologi sains seperti ini. Di Indonesia teknologi penanam padi ini bernama Indo Combine Harvester, yang mana dalam pengoperasiannya membutuhkan sekitar tiga orang untuk mengoperasikannya.

Namun berbeda dengan combine harvester yang dimiliki Negara Jepang, di Jepang alat ini hanya membutuhkan satu operator untuk mengoperasikannya. Tentunya hal ini sangat membantu dan tidak membutuhkan banyak tenaga dalam melakukannya.

Perawatan Tanaman Padi

Perawatan pertanian meliputi penyiraman dan pencegahan dari hama. Pada umumnya petani menggunakan cara manual dalam melakukan pengairan dan membasmian hama. Cara konvensional yang dilakukan biasanya dengan membentuk sistem irigasi tertentu untuk melakukan pengairan. Dan juga cara penanganan hama dilakukan dengan menyemprotkan pestisida satu persatu pada tanaman padi yang ada di sawah.

Tentunya hal ini sangatlah melelahkan dan membutuhkan banyak tenaga. Maka dari itu, terdapat teknologi sains di Jepang yang mana sangat bermanfaat dalam pengairan dan penyemprotan pestisida di lahan yang luas. Mesin ini bernama Traktor multiguna. Pada desainnya traktor dibuat sedemikian rupa agar dapat  memiliki fungsi ganda. Selain untuk membajak sawah, traktor multiguna ini memiliki tempat penyimpanan, yang mana tempat tersebut dapat di isi dengan air ataupun pestisida sesuai dengan kebutuhan.

Memantau pertanian dengan Cloud Computing

Jepang menciptakan suatu software bernama cloud computing, software ini dibuat oleh Fujitsu. Dan sudah digunakan di banyak wilayah pertanian di Jepang. Cara kerja dari software ini adalah dengan meletakkan alat sensor di area tanaman, sehingga dari sensor tersebut dapat dihubungkan dengan tablet, smartphone, atau PC yang dimiliki oleh petani. Teknologi sains yang satu ini dibuat karena di Jepang memang seringkali terjadi perubahan cuaca yang ekstrim sehingga tujuannya untuk meminimalisir adanya gagal panen dan juga agar dapat meningkatkan kualitas hasil panen.

Basement Garden

Pasti semua orang akan berfikir bagaimana kelanjutan kehidupan pertanian jika semua lahan yang ada di bumi ini digunakan untuk perumahan dan industri . Tentunya di Jepang tidak pernah ketinggalan dengan perkara tersebut. Di Jepang khususnya di Tokyo merupakan tempat yang sangat padat oleh gedung dan banyak sekali tempat industi. Hal ini menjadikan lahan pertanian menjadi berkurang dan memaksa para ilmuwan menemukan teknologi sains untuk memecahkan permasalahan ini.

Solusi yang ditawarkan ilmuwan Jepang atas kurangnya lahan ini yaitu dengan menerapkan sistem pertanian basement garden. Basement garden ini dilakukan oleh petani di basement gedung 27 lantai, salah satu yang dapat ditemui yaitu Pasona 2 yang dikembangkan oleh salah satu perusahaan. Area tanam yang digunakan memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi. Basement garden ini menggunakan teknologi lampu khusus yang dapat disesuaikan suhunya sehingga dapat mirip dengan suhu matahari yang ideal untuk pertanian. Selain itu sistem pengairannya pun terkhusus sehingga dapat disesuaikan dengan kadar air yang dibutuhkan oleh tanaman.

Baca Juga : http://informasi.student.ittelkom-pwt.ac.id/2019/03/31/fakta-tentang-teknologi-kecerdasan-buatan/

Itulah bentuk perkembangan teknologi sains yang diterapkan pada bidang pertanian di Jepang. Dengan adanya perkembangan teknologi memang selalu memunculkan berbagai pro dan kontra di masyarakat, namun tentunya haruslah sebagai salah satu lingkup bagian dari ruang globalisasi, kita harus dapat membuka diri terhadap perkembangan teknologi yang ada agar tidak ketinggalan jaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top