Fakta Tentang Teknologi Kecerdasan Buatan

Fakta Tentang Teknologi Kecerdasan Buatan. Artificial Intelligence atau bisa juga diartikan sebagai kecerdasan buatan. Kecerdasan Buatan diciptakan awal mulanya guna meningkatkan sistem dasar komputer hingga mampu melakukan pekerjaan manusia, seperti berpikir atau merespon sesuatu. Hingga kini, teknologi kecerdasan buatan ini masihlah dikembangkan di dunia. Berikut adalah fakta tentang kecerdasan buatan yang menjadi dasar dari teknologi pintar atau canggih.


Kecerdasan Buatan

Kebanyakan Kecerdasan Buatan berjenis kelamin perempuan
Pernah menggunakan software yang menggunakan Kecerdasan Buatan dalam pengoperasiannya, seperti Cortana, Google Now, dan Siri pada handphone? Untuk mengetahui informasi terbaru dan terlengkapnya Anda bisa simak di internet.

Jika Anda mendengar suara dari software tersebut, tentunya suara yang terdengar suara perempuan. Suara perempuan dipilih karena memiliki nada dan intonasi yang bersahabat dan terdengar menyenangkan bagi pengguna software atau smartphone. Di sisi lain, suara perempuan terdengar menarik, lembut, dan memiliki intonasi yang lebih jelas.

Memiliki Hubungan Emosional

Zaman modern, teknologi Kecerdasan Buatan masih terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan bahwa teknologi ini bisa memiliki hubungan emosional dengan manusia biasa. Sebagai contoh, robot Android asal Jepang bernama Erica bisa menjawab pertanyaan yang diajukan lawan bicaranya. Ia juga bisa bercanda seperti layaknya manusia.

Atau, mungkin pernah menonton robot Baymax dalam film animasi Big Hero 6? Robot yang dilengkapi dengan Kecerdasan Buatan tersebut juga bisa berinteraksi dengan baik dengan manusia.

Berbentuk Hewan Peliharaan

Mengurus hewan peliharaan tidaklah gampang. Harus diberi makan setiap hari, diajak bermain, dimandikan, dan lain perawatan sebagainya. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa umur hewan peliharaan tidaklah cukup panjang usianya. Karena alasan-alasan itulah yang membuat produsen mengembangkan robot hewan peliharaan yang mempunyai Kecerdasan Buatan mumpuni. Sayangnya, robot ini harganya mahal dan tidak diperjualbelikan dalam jumlah banyak.

Mampu Mempelajari Suatu Hal

Pada mulanya, robot yang memiliki Kecerdasan Buatan dipercaya tidak akan lebih pintar ketimbang si pembuatnya yaitu manusia. Jangan salah, ada sebuah sistem Kecerdasan Buatan milik Google yang mampu mengalahkan penciptanya saat memainkan game Atari. Bahkan, ia bisa menjadi pemain terbaik di dunia dan robot yang mengalahkan manusia.

Bagaimana hal itu bisa terjadi dalam dunia nyata? Rupanya sistem ini dalam robot ini diperintahkan untuk belajar memainkan Atari dengan menjalani 2.600 lebih pertandingan ini sendirian alias pemain tunggal. Ketika ia menang dan mampu mengalahkan manusia, tentu hal ini menjadi bukti bahwa Kecerdasan Buatan memang mampu mempelajari suatu hal. Keren, kan?

Karena hal ini, tidak heran bila ada kekhawatiran tersendiri di mana nantinya Kecerdasan Buatan ini bisa mengalahkan kepintaran manusia dan mengambil alih dunia. Biar begitu, teknologi yang tercipta ini tetap mengagumkan dan menarik untuk dicari tahu lebih lanjut.

Bisa Membuat Tulisan Berdasarkan Data
Fakta lainnya dari Kecerdasan Buatan ini adalah ia mampu membuat tulisan berdasarkan data. Teknologi ini dikembangkan oleh Profesor Larry Birnbaum, sistem ini mampu menulis artikel yang dataya bersumber dari seismograf. Lirnbaum mengatakan, apa yang ditulis oleh sistem teknologi ini masih harus terus diperbaiki dan dikembangkan karena kecerdasan buatan itu hanya bisa menulis apa yang dibacanya saja.

Diprediksi Menguasai Dunia pada 2045

Director of Engineering Google, Ray Kurzweil, yang dikenal akurat dalam memprediksi teknologi, mengungkapkan bahwa teknologi Kecerdasan Buatan ini bisa menguasai dunia pada 2045. Teknologi ini akan hadir dalam berbagai rupa dan bentuk. Salah satunya ialah robot berbasis kecerdasan buatan yang mirip dengan manusia asli. Meski banyak pemimpin perusahaan teknologi yang cemas akan dominasi teknologi ini di Buatan di dunia, tetapi Kurzweil malah menantikan hal tersebut.

Ancaman Manusia

Seperti yang telah disebutkan oleh beberapa pakar teknologi, Kecerdasan Buatan ini bisa saja lebih pintar dari maunusia. Karenanya, teknologi ini dianggap bisa mengancam keeksistensian kehidupan manusia di muka bumi. Apalagi, teknologi ini diprediksi bisa membantu meningkatkan pendapatan perusahaan tanpa melibatkan manusia sebagai SDM. Waduh! Bisa jadi hal ini berdampak pada efisiensi waktu dan kebutuhan kerja, hingga jumlah karyawan yang dimiliki suatu perusahaan.

Di lain sisi, guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan dari efek Kecerdasan Buatan, Divisi AI milik Google, yakni DeepMind, merekrut karyawan untuk dijadikan satuan petugas yang tugasnya mengantisipasi perkembangan teknologi tersebut apabila nantinya mereka bekerja tak sesuai aturan yang telah ditetapkan. Kraknova, salah satu karyawan dari tim tersebut pun mendirikan Future of Life Insititute di Boston guna memberikan solusi untuk mengurangi risiko dari Kecerdasan Buatan yang bisa mengancam kehidupan manusia.

Baca juga : http://informasi.student.ittelkom-pwt.ac.id/2019/03/30/mengenal-robot-pertanian-masa-depan-yang-cerdas-dan-menarik/

Dapat disimpulkan, teknologi Kecerdasan Buatan ini seperti pisau bermata dua. Ada hal yang menguntungkan dan ada pula hal yang merugikan untuk manusia. Namun, bila ditelisik lebih jauh, teknologi ini memang banyak memberikan keuntungan di berbagai sektor bidang, seperti media dan informasi, kesehatan, telekomunikasi, industri, hingga hiburan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top